Ayah Bunda Sahabat Educa, Pendekatan Deep Learning dalam meningkatkan kegemaran membaca si Kecil usia 4-5 tahun berfokus pada pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan berbasis pengalaman. Pada usia ini, si Kecil belajar melalui eksplorasi, interaksi, dan stimulasi sensorik yang kaya. Oleh karena itu, Ayah Bunda dapat menerapkan strategi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, serta mendorong si Kecil untuk berpikir dan berimajinasi. Baca juga:5 Hal Yang Perlu Dihindari Saat Mengajari Si Kecil Membaca Ayah Bunda Saabat Educa, berikut ini adalah contoh kegiatan yang akan memberikan pengalaman belajar lebih mendalam: 1. Membaca Interaktif dan Menyenangkan Pilih buku bergambar dengan warna dan ilustrasi yang menarik. Bacakan cerita dengan intonasi, ekspresi wajah, dan suara tokoh yang berbeda agar si Kecil lebih terlibat. Ajak si Kecil menebak alur cerita atau menunjuk benda yang disebut dalam buku. 2. Menghubungkan Cerita dengan Kehidupan Sehari-hari Setelah membaca cerita, tanyakan kepada si Kecil, “Pernahkah kamu mengalami hal seperti di cerita ini?” Misalnya, setelah membaca kisah tentang berbagi, ajak si Kecil untuk menceritakan pengalaman berbagi dengan teman atau saudara. Baca juga:Kembangkan Kemampuan Membaca Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif 3. Membaca Sambil Bermain dan Bergerak Gunakan kartu kata bergambar untuk mengenalkan kata-kata baru. Ajak si Kecil bermain peran sebagai tokoh dalam cerita, misalnya berpura-pura menjadi hewan atau karakter favoritnya. Buat permainan tebak kata dari buku yang sudah dibaca bersama. 4. Menggunakan Teknologi Secara Bijak Manfaatkan audiobook atau aplikasi membaca interaktif yang menarik bagi si Kecil. Sambil mendengarkan cerita, biarkan si Kecil melihat gambar atau mengikuti kata-kata dalam buku. Baca juga:MODUL AJAR MINGGUAN PAUD Topik HAPPY READING | Tumbuhkan Kecintaan MEMBACA Anak TK USia 5-6 Tahun 5. Membaca dalam Aktivitas Sehari-hari Libatkan si Kecil dalam membaca petunjuk sederhana, seperti mencari nama di label makanan atau membaca rambu-rambu jalan saat bepergian. Tempelkan kata-kata di sekitar rumah, seperti di meja, kursi, atau pintu, agar si Kecil terbiasa mengenali huruf dan kata. 6. Membuat Sudut Baca yang Nyaman dan Menarik Sediakan tempat khusus untuk membaca dengan rak buku yang mudah dijangkau oleh si Kecil. Biarkan si Kecil memilih sendiri buku yang ingin dibaca agar merasa lebih bersemangat. 7. Melibatkan Ayah Bunda dalam Membaca Jadikan membaca sebagai rutinitas keluarga, misalnya membacakan cerita sebelum tidur. Tanyakan kepada si Kecil tentang bagian cerita yang paling disukai atau apa yang bisa dipelajari dari cerita tersebut. Baca juga:10 METODE LAMA BELAJAR MEMBACA yang Sudah USANG! Ini ALTERNATIF Serunya 8. Mendorong Si Kecil untuk Berkreasi Ajak si Kecil menggambar atau mewarnai adegan dari cerita yang dibaca. Buat “buku cerita mini” bersama si Kecil dengan menempel gambar dan membiarkannya menceritakan kisahnya sendiri. Ayah Bunda Sahabat Educa, dengan pendekatan Deep Learning, membaca bukan hanya sekadar mengenali huruf dan kata, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi si Kecil. Dengan keterlibatan aktif Ayah Bunda, si Kecil akan lebih mudah mencintai membaca dan menjadikannya bagian dari keseharian. MARBEL TK DAN PAUD: Media Bermain sambil Belajar Interaktif-Edukatif selama Bulan Ramadan buat Si Kecil Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Young asian family daughter happy using tablet home japanese mother father relax with little girl watching [1]
Ayah Bunda Sahabat Educa, beberapa metode belajar membaca yang dulu sering digunakan kini mulai ditinggalkan karena kurang efektif dalam membangun pemahaman dan keterampilan membaca si Kecil. Beberapa metode terkadang malah membuat si Kecil merasa tertekan dan kurang menikmati proses pembelajaran. Baca juga:5 Hal Yang Perlu Dihindari Saat Mengajari Si Kecil Membaca Berikut adalah beberapa metode yang sudah jarang dipakai beserta alternatif yang lebih interaktif dan menyenangkan. 1. Menghafal huruf secara terpisah Si Kecil hanya diajarkan mengenali huruf satu per satu tanpa langsung menghubungkannya dengan bunyi atau kata, sehingga sulit untuk mulai membaca kata utuh. Alternatif kegiatan: - Huruf lompat: Letakkan huruf-huruf di lantai, sebutkan sebuah kata, dan minta si Kecil melompat ke huruf-huruf yang membentuk kata tersebut. - Pasangan huruf dan gambar: Siapkan kartu huruf dan kartu gambar benda yang diawali huruf tersebut, lalu ajak si Kecil mencocokkannya. Baca juga:MODUL AJAR MINGGUAN PAUD Topik HAPPY READING | Tumbuhkan Kecintaan MEMBACA Anak TK USia 5-6 Tahun 2. Mengikuti pola tanpa pemahaman Si Kecil diminta membaca berdasarkan pola tertentu tanpa benar-benar memahami arti kata atau konteksnya, sehingga pemahaman membaca menjadi lemah. Alternatif kegiatan: - Kata dalam cerita: Bacakan cerita dan ajak si Kecil mencari serta menunjukkan kata-kata tertentu yang disebutkan dalam cerita. - Membuat kalimat unik: Berikan beberapa kata acak dan ajak si Kecil menyusunnya menjadi kalimat yang bermakna. Baca juga:5 Manfaat Melatih Kebiasaan Membaca dalam Diri Anak 3. Mengandalkan hafalan bacaan panjang Si Kecil diminta menghafal kalimat atau teks panjang tanpa belajar bagaimana membaca kata-kata secara mandiri, sehingga sulit membaca teks baru. Alternatif kegiatan: - Cerita bergambar: Ajak si Kecil membuat gambar berdasarkan cerita pendek untuk membantu memahami isinya. - Baca dan bertanya: Setelah membaca, tanyakan hal-hal sederhana tentang isi bacaan untuk melatih pemahaman. Baca juga:Rahasia Efektif Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil dengan Read Aloud 4. Tanpa praktik langsung Si Kecil hanya diajarkan teori membaca tanpa diberikan pengalaman membaca dalam kehidupan nyata, membuatnya sulit mengaplikasikan keterampilan membaca. Alternatif kegiatan: - Misi membaca: Ajak si Kecil berburu kata di lingkungan sekitar, misalnya mencari dan membaca tulisan di kotak susu, papan toko, atau buku. - Belanja dan membaca: Berikan daftar belanja sederhana dengan gambar dan kata, lalu minta si Kecil membaca dan mencari barangnya. 5. Membaca tanpa keterlibatan emosi Pembelajaran membaca yang dilakukan tanpa ekspresi, cerita menarik, atau keterlibatan emosi, membuat si Kecil cepat bosan dan kurang tertarik untuk membaca. Alternatif kegiatan: - Drama cerita: Si Kecil membaca teks pendek dengan ekspresi dan suara berbeda sesuai karakter dalam cerita. - Baca dan menggambar ekspresi: Setelah membaca, si Kecil menggambar ekspresi yang sesuai dengan isi cerita. Baca juga:Tips Mengembangkan Kebiasaan Membaca Anak bersama Riri Cerita Anak Interaktif 6. Tanpa visual atau sensorik Si Kecil belajar membaca hanya berbasis teks tanpa melibatkan gambar, gerakan, atau permainan interaktif, sehingga bisa cepat bosan dan kurang memahami konsep membaca. Alternatif kegiatan: - Membaca dengan alat peraga: Gunakan gambar, boneka tangan, atau miniatur benda untuk memperjelas makna bacaan. - Buku interaktif: Gunakan buku dengan pop-up, tekstur, atau flap yang bisa dibuka untuk meningkatkan ketertarikan membaca. 7. Menghafal tanpa konteks Si Kecil hanya menghafal kata atau kalimat tanpa memahami arti atau menghubungkannya dengan pengalaman nyata, sehingga kurang efektif dalam membangun pemahaman membaca. Alternatif kegiatan: - Peta kata: Tulis satu kata di tengah kertas, lalu ajak si Kecil menambahkan kata-kata yang berhubungan. - Kisah dari kata: Berikan beberapa kata acak dan ajak si Kecil membuat cerita pendek berdasarkan kata-kata tersebut. 8. Mengeja tradisional Si Kecil diminta mengeja huruf per huruf sebelum membaca kata secara utuh, yang bisa memperlambat pemahaman dan membuat si Kecil kesulitan menghubungkan bunyi dengan makna. Alternatif kegiatan: - Menyusun huruf magnet: Si Kecil menyusun huruf magnet di papan sesuai dengan kata yang disebutkan. - Tebak kata bersama: Satu si Kecil mengeja, si Kecil lain menebak kata yang dieja, lalu bergantian. 9. "Tunggu si Kecil siap" tanpa stimulasi Menganggap si Kecil akan belajar membaca sendiri tanpa memberikan stimulasi serta metode yang tepat, padahal keterampilan membaca membutuhkan latihan dan pendekatan yang menyenangkan. Alternatif kegiatan: - Kotak kejutan: Masukkan benda-benda dengan nama sederhana, ajak si Kecil mengambil dan menyebutkan namanya. - Petualangan kosakata: Ajak si Kecil berkeliling rumah atau taman dan membaca nama-nama benda di sekitarnya. LKA GRATIS: Bermanfaat untuk Belajar ANGKA dan BERHITUNG 10. Menghafal kata secara keseluruhan Si Kecil diajarkan menghafal kata tanpa memahami hubungan antara huruf dan bunyi, sehingga sulit membaca kata baru yang belum dikenali. Alternatif kegiatan: - Kartu kata bergerak: Tulis kata di kartu, sebarkan di lantai, dan ajak si Kecil melompat ke kata yang disebutkan. - Buku mini pribadi: Si Kecil membuat buku kecil dengan gambar dan kata-kata yang sering ditemui. Ayah Bunda Sahabat Educa, semoga dengan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan, si Kecil dapat belajar membaca dengan lebih mudah, bermakna, dan penuh keceriaan. KABI: Animasi Kisah Nabi yang Disuka Anak Indonesia Sumber Referensi: 1. Freepik.com. (2024). Lovely girl joyful with book head_5154260 [1]
Modul Ajar dan RPPH untuk anak usia PAUD - TK kali ini membahas topik/tema “Bermain Dengan Huruf Vokal”. Melalui aneka kegiatan yg menyenangkan para siswa belajar mengenal huruf vokal dan penerapannya pada kata-kata dan benda-benda yang mereka lihat sehari-hari. A. Informasi Umum Semester : 2 Kelompok usia PAUD : 3-4 Tahun Topik : Bermain Dengan Huruf Vokal AIUEO B. Tujuan Pembelajaran Di dalam pembelajaran ini, pada awal pembelajaran, siswa diajak untuk mengulang kembali semua bentuk huruf pada susunan alfabet, mulai dari huruf A sampai dengan huruf Z. Kemudian, melalui kegiatan-kegiatan positif dan menyenangkan para siswa diajarkan mengenal kategori huruf vokal. Siswa juga diarahkan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya mengenal huruf-huruf demi meningkatkan pengetahuan dasar mereka dalam baca tulis. Baca juga:10 Variasi Aktivitas untuk Mengenalkan Huruf kepada Anak8 Variasi Aktivitas Latihan Menulis Huruf yang Menyenangkan untuk Anak PAUD C. Deskripsi Kegiatan Pada awal pembelajaran siswa dapat diajak untuk menonton video yang merangsang akal mereka memahami berbagai bentuk, macam serta bunyi (cara baca) huruf-huruf dalam susunan alfabet. Selanjutnya siswa dapat menyebutkan berbagai huruf dalam alfabet dengan benar, menghafal susunannya dan sesuai dengan urutan yang seharusnya. Siswa dapat mendiskusikannya dalam kelompok. Siswa diajak untuk membuat aneka karya bertema “Bermain Dengan Huruf Vokal”Dan melakukan ragam kegiatan tulis menulis yang dapat disediakan oleh guru atau buku LKA yang ada. Dapatkan LKA Belajar HURUF dan BENDA GRATIS- Mengenal Benda di Rumah- Funcabulary: Supermarket D. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian, yaitu melakukan baris-berbaris di depan kelas, mengucapkan salam, mendaraskan doa, dan menyanyikan lagu mars sekolah. Siswa juga diajak untuk memeriksa kebersihan kuku, kebersihan gigi, kerapian rambut, dan kerapian pakaian.Siswa diajak menyanyikan lagu pembuka kelas. Beberapa referensi lagu pembuka kelas adalah: Lagu : LAHIR JADI JUARA Lagu : BELAJAR HURUF Koleksi Lagu Anak (KOLAK) Tematik TK dan PAUD: Lengkap, Asyik, Ramah Anak dan Mendidik. 2. Kegiatan Pembuka Menonton video lagu : BELAJAR HURUF Siswa menjawab pertanyaan pemantik tentang video yang ditonton, misalnya : Apa hal menarik dari video yang baru saja ditonton? Apa huruf pertama dan terakhir di susunan huruf alfabet? Ayo sebutkan 5 huruf saja secara berurutan ya! Apa saja huruf vokal yang kamu tau? 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas dengan tema : “Bermain Dengan Huruf Vokal”, misalnya : Aplikasi Gim “Pelajaran TK dan PAUD" : Media Bermain dan Belajar Karya Bapak Andi Taru dan Tim Educa Studio. 1. Memancing Huruf Vokal Dengan menggunakan ikan mainan yang ditempel huruf vokal, siswa dapat bermain memancing ikan dan menyebutkan huruf yang didapatnya. Baca juga: 6 Variasi Aktivitas ASYIK dan MENARIK untuk Belajar Huruf 2. Bermain Balon Huruf Menggunakan balon helium yang diberi huruf menggunakan spidol, biarkan siswa bermain dan membaca lalu meneriakkan huruf yang didapatkannya dari balon. 3. Bermain Jejak Huruf Dengan menggunakan kapur, guru dapat menyiapkan jejak-jejak di lantai yang diberikan huruf lalu siswa dapat melompati huruf vokal yang ada dan meneriakkan yang dilompatinya. 4. Puzzle Huruf Vokal Guru dapat menyiapkan puzzle sederhana yang berisi huruf vokal dan biarkan siswa menyusunnya. Baca juga: Bermain Huruf Kecil ( a Sampai z ) Bersama Si Kecil Berusia TK - PAUD 5. Lomba Menyebutkan Huruf Vokal Membagi kelas menjadi dua tim yang akan saling berhadapan dan berlomba menyebutkan huruf vokal dari benda atau gambar yang disiapkan. 6. Mencocokkan Huruf Vokal Guru menyiapkan huruf vokal yang besar dari karton dan gambar benda atau binatang yang dimulai dengan huruf vokal. Siswa dapat mencocokkan gambar dengan huruf yang sesuai. 7. Menyanyikan Lagu Huruf Vokal Guru mengajak siswa menyanyikan lagu yang banyak mengandung huruf vokal. Misalnya lagu mengenal huruf vokal. 8. Safari Huruf Vokal Guru mengajak siswa untuk melakukan safari mini dan menemukan benda-benda yang namanya dimulai dengan huruf vokal. 9. Membacakan Cerita Guru dapat membacakan cerita yang banyak menggunakan huruf-huruf vokal. 10. Bermain Peran Guru mengajak siswa untuk bermain peran dalam drama yang banyak menyebutkan kata-kata yang diawali dengan huruf vokal. 4. Kegiatan Circle Time Kegiatan interaktif, menyenangkan dan sederhana yang bisa dilakukan antara guru dan anak didik di luar jam pembelajaran (misal saat break time) yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka antara lain melakukan diskusi dan tanya jawab dengan tema "Bermain Dengan Huruf Vokal”. Beberapa aktivitas di bawah ini bisa dilakukan saat circle time atau sebagai kegiatan di rumah: Bermain gim edukasi: Marbel Gim Pelajaran TK dan PAUD Belajar literasi numerik dengan gim edukasi : Marbel Edukasi. Bermain literasi dengan gim edukasi : Aplikasi Belajar Warna Menonton video dan berdiskusi tentang animasi Marbel Huruf Semoga Modul Ajar dan RPPH dengan tema "Bermain Dengan Huruf Vokal" ini bermanfaat untuk menjadi panduan guru dalam mengajar anak-anak TK / PAUD usia 3-4 tahun. Semangat mengajar, jaya selalu guru PAUD Indonesia! Sumber Referensi: 1. Researchgate.net. (2023). Peningkatan pengenalan lima huruf vokal [1] 2. Splashlearn.com (2022). How to teach vowels to kids [2] 3. Freepik.com. (2022). Psychologist helping little girl speech therapy indoors [3]
Mengahafal huruf adalah salah satu dasar keterampilan yang perlu dikuasai anak. Keterampilan ini merupakan langkah awal yang perlu dikuasai Si Kecil untuk menguasai kemampuan membaca, meningkatkan keterampilan berbahasa, meningkatkan kemampuan kognitif. Dilansir dari Sanskrutividyasankul.com, dijelaskan bahwa pada anak usia dini, anak memahami dan mempelajari berbagai hal dengan mengamati dan meniru gerak tubuh, bahasa, nada suara, dan lainnya. Oleh karena itu, mengajak Si Kecil belajar dengan cara melakukan atau learning by doing akan sangat efektif untuk membantu Si Kecil agar mampu menghafal huruf sejak usia dini. Inilah beberapa macam aktivitas yang bisa diaplikasikan kepada Si Kecil! 1. Bernyanyi Ajak Si Kecil bernyanyi lagu tentang huruf, misalnya lagu “ABC” dengan nada “Twinkle-Twinkle Little Star”. Ayah dan Bunda bisa mengajak Si Kecil bernyanyi sambil menunjuk gambar huruf. Ajak Si Kecil Bernyanyi Lagu "Huruf Awal Kata": Membuat Suasana Belajar Menjadi Gembira 2. Menonton Video Animasi Belajar Huruf Salah satu video pilihan terbaik adalah menonton video berjudul “Marbel Belajar Huruf”. Ajak Si Kecil mengucapkan setiap huruf yang disebut di video, dan menuliskan bentuk huruf tersebut di kertas. 3. Belajar dengan Video “Belajar Huruf dan Benda” Si Kecil akan belajar mengenal huruf pertama dari setiap benda yang tampak dalam video, misalnya “a” untuk “apel”. Melalui video ini, kosakata yang dikuasai Si Kecil akan semakin berkembang. Setelah usia menonton video, Ayah dan Bunda bisa mengajak Si Kecil melakukan tanya jawab, misalnya dengan bertanya, “Apa huruf awal dari “apel”?” 4. Mengajak Si Kecil Membaca Buku dengan Banyak Gambar Ajak Si Kecil membaca buku bersama. Ayah dan Bunda bisa meminta Si Kecil menyebutkan nama-nama setiap benda yang ada pada buku dan ajarkan cara menulisnya. 5. Mewarnai dan Menebalkan Huruf Anak-anak tidak hanya belajar secara visual. Namun, ia juga harus aktif melakukan sesuatu. Aktivitas mewarnai dan menebalkan huruf adalah aktivitas terbaik untuk melatih motorik dan kecerdasan kinestetiknya. Dapatkan Aneka Lembar Kerja Anak dan Lembar Mewarnai Anak di SINI. 6. Gunakan Media Flash Card Ajak Si Kecil bermain tebak-tebakan sambil menggunakan media flash-card. Agar Si Kecil semakin hafal cara menulis dan mengucapkan huruf “a”, Ayah dan Bunda bisa memberikan beberapa clues: Huruf ini adalah huruf vokal. Huruf ini ada pada kata “jerapah”, “kambing”, dan “sapi”. Huruf ini adalah huruf pertama pada kata “apel”, “anggrek”, dan “angsa”. Huruf ini adalah huruf pertama dalam alfabet. 7. Membuat Craft Berbentuk Tulisan Nama Si Kecil Craft adalah aktivitas edukatif yang paling disuka anak-anak usia dini. Beberapa contoh craft tentang membuat tulisan nama Si Kecil adalah: Membuat kerajinan tangan mewarnai tulisan nama anak dengan metode kolase dari bahan potongan kertas origami. Menyusun biji-bijian (misalnya kacang hijau) untuk membuat tulisan nama anak. Membuat bentuk huruf-huruf dari bahan kain flanel dan menyusunnya sehingga membentuk tulisan nama anak. Membuat media wayang berbentuk aneka huruf yang ada pada nama Si Kecil dengan bahan kertas karton dan stik es krim. 8. Menempelkan Label Stiker pada Benda-Benda yang Sering Digunakan Si Kecil Tuliskan nama-nama benda pada label stiker (dari bahan kertas dan berwarna putih). Selanjutnya, mintalah Si Kecil menempelkan label tersebut pada benda-benda yang sering digunakan Si Kecil. 9. Meraba Bentuk Huruf Aktivitas ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan puzzle berbentuk huruf. Ayah dan Bunda bisa meminta Si Kecil meraba setiap kepingan berbentuk huruf sambil memejamkan mata, serta memintanya menebak nama huruf yang dipegang / diraba. Minta pula Si Kecil agar meraba bagian lubang-lubang huruf pada papan puzzle. Ajak ia menebak lubang tersebut untuk menempatkan huruf apa. 10. Lomba Menyebutkan Alfabet Mintalah Si Kecil berlomba dengan teman atau kerabat yang sebaya dengan cara memintanya menyebutkan huruf A sampai Z. Pemenangnya adalah ia yang mampu menyebutkan huruf A sampai Z dalam waktu yang tercepat. 11. Belajar dengan Media Edu-Sign Ayah Bunda bisa membantu Si Kecil mendekorasi ruangan dengan aneka huruf-huruf, dari huruf A sampai Z. Di saat waktu luang, mintalah Si Kecil untuk menunjuk dan menyebutkan nama huruf yang ditunjuk. 12. Membacakan Cerita tentang Huruf Bacakan buku cerita yang bertemakan huruf. Setelah bercerita, Ayah Bunda bisa meminta Si Kecil menggambar bentuk huruf, mewarnai huruf, atau melakukan aktivitas lain tentang huruf yang baru saja dipelajari dalam buku cerita. 13. Memainkan Aplikasi Edukasi Dampingi Si Kecil saat memainkan aplikasi edukasi tentang belajar huruf. Salah satu contohnya adalah “Marbel Huruf”, media bermain yang efektif dan menyenangkan. 14. Menyebutkan Huruf Awal Benda di Sekitar Mintalah Si Kecil mengambil sebuah benda. Bila yang diambil adalah sebuah bola, mintalah ia menyebutkan huruf “b” dan “bola” secara berulang-ulang. Ayah Bunda perlu mengajar Si Kecil secara rutin dan dengan penuh kesabaran. Bimbing Si Kecil agar berfokus pada huruf-huruf tertentu dan tidak terlalu banyak, misalnya dari huruf “a” sampai “e”, lalu huruf “a” sampai “g” dan seterusnya. Jangan lupa pula berikan pujian dan dukungan yang positif agar ia tetap bersemangat.
Era digital sangat identik dengan penggunaan perangkat berbasis teknologi sebagai media belajar dan beraktivitas. Penggunaan perangkat komunikasi mempengaruhi karakter dan kebiasaan penggunanya, termasuk anak-anak usia PAUD. Si Kecil bisa mendapatkan aneka ilmu pengetahuan dan mengasah keterampilan dengan media berbasis teknologi ini. Karena peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang begitu pesat ini, maka Ayah dan Bunda perlu memiliki tips khusus untuk mengajarkan hal-hal baru, termasuk saat mengajar Si Kecil tentang pelajaran membaca. Inilah hal-hal yang perlu Ayah dan Bunda hindari. 1. Memaksa Anak Bisa Membaca Anak-anak usia dini masih bersemangat dalam mengembangkan aneka keterampilan dan bakatnya. Ayah dan Bunda tidak perlu memaksa Si Kecil untuk belajar tentang keterampilan membaca, bila ia masih gemar melakukan sesuatu yang ia suka. Bila ia masih suka menggambar, menari, atau kegiatan lainnya, biarkan ia melakukannya dengan riang gembira. Membaca memang suatu keterampilan yang penting bagi anak usia dini. Namun, jangan sampai aktivitas belajar membaca menghambat perkembangan keterampilan Si Kecil lainnya. Pastikan metode belajar membaca yang Ayah dan Bunda aplikasikan digemari anak, dan anak merasa nyaman dengan metode tersebut. Aplikasi “Marbel Pelajaran TK PAUD”: Ada Gim Belajar Baca Tulis Hitung yang Menyenangkan plus Aneka Pengembangan Keterampilan Anak PAUD Lainnya. 2. Memberikan Lembar Kerja Tak Sesuai Perkembangan Anak dan Berlebihan Lembar kerja memang bisa menjadi media belajar yang menyenangkan bagi Si Kecil. Namun, terkadang ada jenis lembar kerja yang tidak sesuai untuk diberikan pada anak pada usia-usia tertentu. Ayah dan Bunda disarankan untuk tidak memaksakan Si Kecil untuk bisa mengerjakan lembar kerja yang tidak sesuai dengan perkembangannya. Bila Si Kecil sudah merasa kesulitan dalam mengerjakan suatu lembar kerja, sebaiknya Ayah dan Bunda tidak perlu memaksa Si Kecil agar bisa menyelesaikannya. Lembar kerja yang paling aman untuk dikerjakan siswa adalah menebalkan huruf atau tulisan kata dan mewarnai huruf, serta menampilkan aneka gambar menarik yang bisa diwarnai Si Kecil. Koleksi LKA Belajar Membaca dan Pengengembangan Keterampilan Anak PAUD bisa Diunduh di Sini. 3. Meminta Si Kecil Mengucapkan Bunyi Tanpa Makna Ayah dan Bunda perlu menghindari proses belajar membaca dengan meminta Si Kecil mengucapkan bunyi tanpa makna, misalnya “ba”, “ta”, ra”, dan lainnya. Sebaiknya, Ayah dan Bunda mengajarkan aneka bunyi yang memiliki makna. Misalnya:“ma” + “ta” dibaca “mata”“ba” + “ju” dibaca “baju”“a + wan” dibaca “awan” Ayah dan Bunda bisa menampilkan aneka gambar sesuai dengan kata yang dipelajari. Si Kecil akan lebih tertarik dan semangat belajar dengan media visual. 4. Memasrahkan Perkembangan Keterampilan Membaca Sepenuhnya pada Kursus Membaca Ada banyak kursus yang melayani pengembangan keterampilan membaca bagi anak usia dini. Namun, tidak semua kursus membaca memahami perkembangan anak dan metode belajar membaca yang ramah anak. Bila Ayah dan Bunda ingin menggabungkan Si Kecil pada suatu lembaga kursus membaca anak, pastikan ia memahami perkembangan anak dan memahami metode belajar membaca yang ramah anak. Namun, akan lebih baik bila proses belajar membaca dilakukan oleh orangtua, karena setiap anak memiliki cara belajar yang unik dan perkembangan yang berbeda-beda. Ayah dan Bunda tentu lebih memahami metode yang pas untuk Si Kecil. Ayah dan Bunda pasti lebih memahami perkembangan dan kemampuan yang dimiliki oleh Si Kecil, sehingga bisa memberikan materi dan metode belajar membaca yang pas untuk Si Kecil. Baca juga: Perkembangan Teknologi Bikin Belajar Baca Jadi Lebih Mudah dan Fun 5. Metode Belajar Membaca yang Monoton Ada banyak variasi belajar membaca yang bisa diaplikasikan kepada Si Kecil, misalnya dengan mendongeng, bernyanyi, dan bermain. Berikut ini adalah tutorial sederhana saat memberikan pelajaran membaca dengan 3 variasi aktivitas ini: Mendongeng Ayah dan Bunda bisa mendongeng untuk Si Kecil. Ayah dan Bunda bisa menampilkan aneka gambar dan tulisan kata sesuai dengan gambar yang ditampilkan saat mendongeng. Setelah usai mendongeng, Ayah dan Bunda bisa menampilkan gambar-gambar tersebut dan meminta Si Kecil mengucapkan kata sesuai dengan gambar yang ditampilkan. Bernyanyi Ayah dan Bunda bisa memutarkan sebuah video klip lagu anak yang menampilkan syair lagunya. Saat membaca syair lagu di dalam video, Si Kecil akan banyak belajar aneka kosakata baru. Putar lagu tersebut secara berulang-ulang. Agar tidak bosan, Ayah dan Bunda bisa mengajak Si Kecil bernyanyi sambil menari sesuai dengan syair lagunya. Bermain Ada banyak media permainan yang bisa dipraktikkan bersama Si Kecil, misalnya:- Bermain dengan Aplikasi Marbel Membaca- Bermain dengan Aplikasi Marbel Huruf- Bermain Menyebutkan Kata Sesuai dengan Huruf Awal (Misalnya: A untuk apel, awan, dan lainnya).- Bermain Balok Huruf- Bermain Puzzle Huruf- Bermain Tebak Huruf dengan Media Poster Huruf Dunia anak adalah dunia belajar sambil bermain. Dunia anak adalah dunia bermain sambil memperkaya ilmu dan pengalaman. Pastikan Si Kecil merasa senang dan riang, saat ia mengembangkan keterampilan membaca. Sumber Referensi 1. Freepik.com. (2022). Indian girl getting coaching her studies [1]